Keuntungan Pakai Panel Surya atau Solar Cell, Listrik Gratis Selamanya Setelah 5 Tahun Pertama

Keuntungan Pakai Panel Surya atau Solar Cell, Listrik Gratis Selamanya Setelah 5 Tahun Pertama

Pengguna PLTS (pembangkit listrik tenaga surya atap) atau panel surya yang konsisten meningkat memicu harga pembangkitnya semakin murah.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia Anthony Utomo.

“Satu hari cicilan itu nomboknya Rp13.000, dapat dapat aset yang membuahkan (listrik) konsisten sampai 30 th. mendatang. Orang bilang satu pak rokok Rp20.000, lebih mahal berasal dari bayar cicilan solar sel,” kata Anthony.

Dia menjelaskan, solar cell atau panel surya bukan penemuan baru dan sudah populer, terutama di luar negeri Plts on grid .

Teknologi yang semakin efisien memicu harga jual solar cell atau panel surya kian ekonomis. Sehingga, harganya sudah turun berarti sampai puluhan % dalam lebih dari satu th. terakhir.

Menurut dia, dana yang dibutuhkan untuk membuahkan 2,0 kilowatt peak (kWp) hanya Rp25 juta. Pelanggan PLTS atap dapat menikmati pengembalian modal sesudah penggunaan selama 5-6 tahun.

“Solar cell atau panel surya tentunya menjadi aset dikarenakan kita bayar sekali saja kalau sebenarnya kontan. Kalau dicicil sekarang banyak koperasi yang mulai sediakan cicilan itu sampai 5 tahun,” ujar Anthony.

Selain harga pemasangan yang semakin murah, kata dia, PLTS atap juga miliki keistimewaan lain mulai berasal dari turunkan radiasi panas matahari ke dalam rumah sampai menghimpit tagihan ongkos listrik PLN.

Baca Juga: Fadli Zon Sindir Jokowi yang Ingin Indonesia Bikin Mobil Listrik: Mobil Esemka Kayaknya Belum Beredar

“Solar cell atau panel surya menjadi penahan panas, itu dapat menyusut 3-4 derajat celsius. Jadi, kurangi penggunaan AC secara mekanis,” ujar Anthony.

Dia selagi ini konsisten mendorong akselerasi net metering berasal dari 65 % menjadi 100 % sehingga pengguna dapat merasakan manfaat penurunan harga tagihan listrik berasal dari PLN.

Net metering merupakan sistem sarana disaat kelebihan listrik yang dihasilkan PLTS atap dapat dikirimkan ke jaringan distribusi PLN dan juga dapat digunakan kembali untuk konsumsi rumah tangga tersebut.

“Mekanisme PLN itu tidak menambahkan kita uang, tapi menambahkan kita semacam potongan harga yang tadinya itu per tiga bulan oleh Kementerian ESDM didorong menjadi enam bulan,” kata Anthony layaknya diinformasikan Antara.

Hingga Maret 2021, total kuantitas pelanggan PLTS atap PLN tercatat 3.472 pelanggan dengan total kapasitas energi listrik yang dihasilkan mencapai 26,51 megawatt peak (MWp).

Jawa Barat menjadi lokasi dengan penggunaan PLTS atap terbesar di Indonesia yang dapat membuahkan listrik 6,17 MWp, diikuti Jakarta Raya sebesar 5,87 MWp, Jawa Tengah dan Yogyakarta sebesar 5,31 MWp.

Leave a Reply

Your email address will not be published.